Bagi masyarakat Bandung, ada nya sebuah taman menjadi sebuah icon disuatu tempat di sekitar Bandung, seperti Taman Lansia, Taman Lalu Lintas dan taman taman lainnya. Namun bagi para pecinta mistis ada sebuah taman yang sangat cocok untuk di uji kelayakannya sebagai taman terseram di Bandung.
Mungkin, bagi kalian yang udah stay di Bandung selama lebih dari 10 tahun, pasti kalian tau nya Taman Maluku itu adalah sarang atau tempat perkumpulan para baby baby manjah alemong yang selalu mangkal disitu, tapi ternyata di balik keseraman baby baby manjah ada sebuah tempat di sekitar Taman Maluku yang mempunyai daya tarik yang luar biasa, tidak kalah seramnya dengan baby baby manjahh itu.
Patung seorang Pastur yang bernama Pastur Verbraak yang sebenarnya bukan asli warga Bandung. Verbraak adalah seorang pastur kelahiran Belanda, 28 Maret 1835 dan meninggal pada 1918. Sebagai penghargaan atas jasa Verbraak akhirnya pemerintah kota Bandung mendirikan sebuah monumen/patung untuk dirinya pada tahun 1922 dan patung tersebut berdiri menghadap sebuah jalan yang bernama Jalan Seram dan disamping sebuah komplek militer.
Keangkeran dari Taman ini adalah karena suasan malam hari nya yang sunyi dan gelap. Cerita yang menjadi viral dari Taman ini adalah keberadaan patung sang pastur yang sering berpindah pindah tempat pada malam hari dan setiap ada yang lewat pasti akan diikuti oleh mata patung yang seakan mengikuti orang yang melewatinya.
Saya sempat melihat langsung apa yang menjadi perbincangan tersebut, di dalam patung itu ada se sosok laki laki yang selalu berbuat usil karena dirinya tidak mempunyai teman sehingga dia melakukan hal hal itu kepada patung pastur. Tidak hanya itu saja ada seorang noni Belanda yang sangat cantik dengan mengenakan gaun berwarna putih. Saya sempat bertanya kepada Noni Belanda tentang kenapa dirinya berada di tempat itu, kenapa patung tersebut bisa bergerak, ternyata oh ternyata si Noni Belanda ini adalah korban kekejaman militer Belanda karena si noni ini mencintai dan hidup bersama dengan rakyat pribumi sehingga dirinya dibawa ke taman ini dan diperkosa lalu dibunuh.
Kembali mengenai keberadaan Patung pastur yang bisa bergerak sendiri, ternyata patung tersebut sudah dirasuki oleh sosok laki laki yang tidak ingin di ungkap identitas nya karena laki laki tersebut tewas secara mengenaskan dengan tubuh yang sudah tidak lengkap dan hampir hancur. Diri nya berkata bahwa selama dirinya tidak mendapat bantuan dari masyarakat, maka dirinya akan selalu menggangu warga sekitar dengan mengendalikan patung pastur tersebut.
Ada satu kelemahan dari kedua orang ini, baik Noni Belanda maupun si laki laki ini ternyata mereka sangat takut kepada sosok Genderewo yang selalu tinggal di sebuah pohong besar di Taman tersebut.
Saya sempat melihat kembali ke belakang atau flashback bahwa ternyata sosok Genderewo ini adalah seorang manusia yang melakukan ajaran sesat dan harus menanggung akibat karena ulah diriny sendiri. Orang tersebut dahulu ingin sekali memperkaya diri dengan cara menyembelih seokor ayam dan meminum darah nya sebagai perjanjian dengan makhluk halus, tetapi ketika dirinya tidak mendapat seekor ayam maka perjanjian tersebut dianggap di langgar dan si orang ini harus menerima hukuman.
Dibalik cerita seram dari taman Maluku, ternyata taman maluku sangatlah indah ketika siang hari. Dan saya berpesan kepada semua nya yang selalu melewati Taman ini, saya harap agar selalu membaca surat surat pendek serta jangan menatap mata patung pastur tersebut.
BAGI KALIAN YANG INGIN DI UNGKAP TEMPAT TEMPAT HOROR, SILAHKAN KOMENTAR DAN BAGIKAN CERITA INI KEPADA TEMAN TEMAN PECINTA HOROR!!!


No comments:
Post a Comment